
Al Imam Ibnu Battoh rahimahullah pernah berkata :
عَرَفْنَا أُنَاساً كَانُوْا يَسُبُّوْنَ وَ يَلْعَنُوْنَ أَهْلَ البِدَعِ وَ جَالَسَهُمْ وَعَاشَرَهُمْ فَأَصْبَحُوا مِنْهُمْ
“Kami mengenal orang-orang yang dahulunya mencela bahkan melaknat Ahlul Bida’ (Pelaku Bid’ah). Kemudian mereka duduk dan bergaul bersama Ahlul Bida’, jadilah mereka seperti Ahlul Bida'”. (Dinukil dari Syarah Ushul Sunnah Hal 13 Karya Syaikh Robi’ bin Hadi)
Perkataan ini memberikan faidah kepada kita, agar kita berhati-hati dengan ahlul bida’ karena syubhat yang ada di mereka begitu kuat sedangkan hati kita begitu lemah.
Terkadang kita terlalu meremehkan perkara ini. Dengan tetap mendengarkan mereka, menonton video mereka. Tanpa sadar syubhat-syubhat itu meresap dalam hati. Tanpa sadar pula kita pun mulai membenarkan apa yang mereka sampaikan. Karenanya Allah Ta’ala berfirman :
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖٓ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ
“Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), janganlah kamu duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kamu (apabila tetap berbuat demikian) tentulah serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di (neraka) Jahanam.” [An Nisa : 140]
Dalil ini digunakan oleh para ulama, agar kita menjauhkan Ahlul Bida’ karena sejatinya mereka adalah orang-orang yang mencaci maki agama. Dengan tangan-tangan mereka lah agama ini dirubah baik ditambah ataupun dikurangi. Dengan tangan-tangan merekalah seolah-olah mereka berkata bahwa agama ini belum sempurna. Oleh karena itu hendaknya kita berhati-hati dari mereka.
Tentu yang dimaksud disini adalah ahlul bida’ yang termasuk dari dedengkot atau pembesarnya. Karena merekalah yang hakikatnya merusak agama ini.
Wabillahittaufiq.
Zia Abdurrofi
Bogor, 21 Shafar 1444/17 September 2022.